Kisah Syaichona Kholil Bangkalan Kedatangan Pengemis dan Anjingnya - Kisah-Kisah Teladan
News Update
Loading...

Kamis, 19 Agustus 2021

Kisah Syaichona Kholil Bangkalan Kedatangan Pengemis dan Anjingnya

Syaichona Kholil Bangkalan (Foto: Internet)

Almaghfullah Kyai Syaichona Kholil Bangkalan merupakan Ulama besar dan salah satu guru dari KH Hasyim Asy'ari (pendiri NU / kakek Gus Dur). Beliau merupakan Ulama kharismatik yang sangat dihormati. Dalam suatu kisah diceritakan bahwa, Suatu hari Almaghfullah Kyai Syaichona Kholil Bangkalan bercengkrama dengan beberapa tamu di ruangan depan. Beliau duduk dengan salah satu lutut tertekuk di depan perut beliau ditemani secangkir kopi yang ada di hadapan masing2.

Ketika sedang asyik bercengkrama, tiba2 datang seorang pengemis dengan pakaian lusuh sambil menuntun seekor anjing masuk ke halaman rumah Kyai Kholil,kontan saja semua tamu pada heran bercampur geram apalagi tanpa salam tanpa bicara dan tanpa ijin tiba-tiba si pengemis ini menyeruput kopi milik Kyai Kholil hingga tinggal ampasnya.terlihat juga ingus yang keluar dari hidung pengemis tak di undang ini.

Marah kah mbah Kholil??

Tidak! Mbah Kholil tampak merubah posisi duduknya seperti orang posisi duduk orang sedang sholat,telapak tangannya menyatu di atas paha, kepalanya menunduk tanpa berani menatap muka si pengemis.

Justru beberapa tamu bangkit bermaksud mengusir orang aneh ini, tapi segera di cegah oleh mBah cholil dengan isyarat tangannya.

Beberapa saat suasana hening, mBah cholil tetap menunduk, tamu yang ada di ruangan itu tak satupun ada yang berani bersuara sampai kemudian si pengemis berlalu tanpa sepatah katapun.

Selepas gelandangan itu pergi mBah Kholil membuka suara : "siapa yang mau meminum kopi bekas tamuku tadi"?

Tentu saja tak seorangpun yang mau, karena kopi itu bekas di minum seorang pengemis dengan ingus menempel di bawah idung! Ngeri!

"Baiklah, kalau begitu biar saya yang menghabiskan".kata mBah kholil sambil meminum sisa kopi di cangkir.

Semua tamu semakin terheran heran, belum habis rasa penasaran para tamu kemudian mBah Kholil menyambung kata lagi : " taukah sampyan semua siapa tamu tadi,, dia Nabi Khidir, beliau habis mengunjungi sahabatnya seorang wali di Yaman dan Sudan, kemudian melanjutkan perjalanan kesini untuk menemui sahabat2nya,para Waliyullah di tanah jawa."

Kontan kemudian para tamu berebut sisa kopi yang tinggal cangkirnya itu, bahkan ada yang berebut untuk mencuci cangkirnya sekedar untuk "ngalab berkah" dari kesalehan Nabi Khidir Alaihissalam.

Kyai Kholil terkekeh dengan tingkah para tamunya ini, yah.. kebanyakan kita hanya melihat kulit, tanpa bisa melihat hati, karena mata kita sudah tertutup oleh gemerlap dunia.

Semoga kita bisa mengambil Hikmah dibalik kisah ini,, agar janganlah kita melihat dan menilai pada sesama dari segi fisiknya semata. (Dan)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kisah Teladan, Belajar dan Berbagi.
Done