Mendoakan Husnul Khotimah Kepada Orang Yang meninggal, Begini Hukumnya - Kisah-Kisah Teladan
News Update
Loading...

Jumat, 30 Juli 2021

Mendoakan Husnul Khotimah Kepada Orang Yang meninggal, Begini Hukumnya

Ilustrasi Berdoa (Foto: Internet)

Dalam beberapa minggu terakhir banyak sekali tersiar kabar orang meninggal dunia. Mulai dari anggota keluarga, sahabat, tetangga, Baik karena wabah Covid-19 maupun maupun faktor lain. Kabar kewafatan tersebut tersebar mulai dari siaran masjid, Social media seperti Facebook, Twitter, Instagram bahkan termasuk Group Whatsapp.

Dari kabar yang kita dapat untuk memperlihatkan bentuk keprihatinan dan turut berduka, kemudian berharap yang meninggal mendapat tempat terbaik, sejumlah ucapan disampaikan. Salah satunya adalah kalimat ‘semoga husnul khatimah’. Bagaimana hukum berdoa dengan kalimat ini?

Menurut Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jawa Timur, Ustadz Ma’ruf Khozin di dalam postingan akun Facebooknya menjelaskan. Karena sebagian kalangan mempersoalkan doa dan kalimat tersebut.

“Doa ini artinya adalah akhir yang baik, yakni berdoa agar wafat dalam keadaan Islam dan iman,” kata alumnus Pesantren Ploso, Kediri tersebut.

Terkait dengan kebiasaan yang berlaku di masyarakat dengan membaca doa ini, dirinya mengakui belum mengetahui dari mana sumbernya. Sedangkan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika ada berita kematian adalah doa musibah, ampunan dan kasih sayang.

“Tapi bukan berarti tidak boleh berdoa husnul khatimah bagi keluarga, sahabat dan siapapun umat Islam yang wafat,” kata beliau.

Kemudian beliau membeberkan temuan ucapan doa husnul khatimah di beberapa kitab:

Setelah Syekh Ibrahim Al-Maidari al-Baghdadi wafat, Syekh Abdirrazzaq Al-Baithar mendoakan:

“Semoga Allah menjaga kita dan dia saat beratnya peristiwa kiamat, dan semoga Allah menganugerahkan husnul khatimah untuk kita dan dia.” (Diambil dari Hilyat Al-Basyar fi Tarikh Qarn Tsalits Asyar, juz 1, halaman: 21).

Di bagian lain saat Syekh Musthofa bin Muhyiddin Naja, al-Syadzili wafat, Syekh Abdirrazzaq al-Baithar juga mendoakan kalimat berikut:

“Semoga Allah menjaga kita dan dia dari perbuatan dosa, dan semoga Allah menganugerahkan husnul khatimah untuk kita dan dia.” (diambil dari Hilyat Al-Basyar fi Tarikh Qarn Tsalits Asyar, juz 2, halaman: 173).

Bagaimana kalau ada kalangan Salafi yang teriak bahwa mengucapkan kalimat tersebut bid’ah dan tidak sesuai tuntunan Nabi?

Salah satu ulama ahli hadis mereka, Syekh Abdul Qadir Al-Arnauth juga didoakan husnul khatimah padahal sudah wafat sebagaimana keterangan berikut:

“Kami berharap guru kami wafat husnul khatimah, ketika ia wafat setelah Ramadlan, keringat di dahi dan di hari Jumat.” (Mu'jam al-Jami' fi Tarajum al-Ulama, juz 1, halaman: 175)

Boleh berdoa dengan reaksi yang sesuai keadaan. Seperti: ‘Ya Allah jadikanlah segala urusan kami memiliki akhir yang baik’ dan sebagainya. Sebab doa tidak diharuskan bersumber dari Nabi. (Fatawa Syabkah Islamiyyah 187/133).

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kisah Teladan, Belajar dan Berbagi.
Done